Bahasa Indonesia English
SEKILAS INFOSelamat Hari Ulang Tahun KORPRI Ke 45 Semoga Makin Jaya Selamat Datang di Website Sistem Informasi Administrasi Pembangunan (SIMDALBANG)

Yayasan PR Bangun Rumah Untuk Korban Banjir Bandang Garut

Bookmark and Share
Kamis, 03 November 2016 - 01:14:45 WIB » Diposting oleh : Administrator » Hits : 573 » BERITA PEMBANGUNAN

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, Ketua Pembinan Yayasan Pikiran Rakyat (PR), Syafik Umar, dan Presiden Direktur PKPU, Agung Notowiguno, secara simbolis meletakkan batu pertama pembangunan rumah untuk korban banjir bandang, di Blok Kopi Lembong, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (3/11/2016).

Yayasan Pikiran Rakyat kembali memberikan bantuan untuk para korban banjir bandang di Garut. Kali ini bantuan diberikan dalam bentuk pembangunan sepuluh unit rumah, di Blok Kopi Lembong, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul.

Ketua Pembina yayasan Pikiran Rakyat (PR), H. Syafik Umar menuturkan, pembangunan rumah untuk korban banjir di Garut ini, berasal dari sumbangan Dompet Kemanusiaan Pikiran Rakyat yang di antaranya diberikan para pembaca Pikiran Rakyat melalui rekening.

Menurutnya, hingga saat ini hasil sumbangan Dompet Kemanusiaan “PR” yang terkumpul, mencapai Rp 1 miliar. Syafik berharap, bantuan rumah yang diberikan ini bisa mengurangi beban korban banjir bandang, terutama yang telah kehilangan rumahnya dalam musibah tersebut.

“Mudah-mudahan, bantuan ini bisa bermanfaat dan bisa mengurangi beban penderitaan para korban banjir bandang yang telah kehilangan rumah,” ujarnya seusai kegiatan peletakkan batu pertama pembangunan rumah untuk korban banjir bandang, di Blok Kopi Lombong, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (3/11/2016).

Dituturkan, pelaksanaan pembangunan sepuluh unit rumah, diserahkan kepada CV Tunas Mandiri Perkasa. Adapun rumah yang dibangun, rumah tipe 36 yang rencananya akan dilengkapi dengan isinya atau perabotan.

Pembangunan rumah dimulai dengan proses pemadatan tanah yang akan berlangsung sekitar dua pekan dari sekarang. Setelah itu, pembangunan fisik rumah dibangun selama dua bulan

“Diharapkan, awal tahun depan pembangunan sudah selesai dan rumah sudah bisa ditempati,” imbuhnya.

Diungkapkan, sebelumnya Yayasan “PR” juga telah menyerahkan bantuan dari masyarakat berupa bahan pangan dan barang keperluan sehari-hari. Pemberian bantuan diserahkan saat tahap tanggap bencana.

“Kedepannya, kemungkinan masih ada bantuan yang akan diserahkan mengingat hingga saat ini Dompet Kemanusiaan “PR” masih menerima sumbangan dari masyarakat,” katanya.

Peletakan batu pertama pembangunan rumah untuk korban banjir bandang juga, dilakukan lembaga kemanusiaan nasional Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) di tempat yang sama. Seperti halnya Yayasan “PR”, PKPU juga akan membangun sepuluh unit rumah di Blok Kopi Lembong tersebut.

Presiden Direktur PKPU, Agung Notowiguno, menilai upaya penanggulangan pascabanjir bandang yang dilakukan pihak-pihak terkait di Garut patut mendapat apresiasi. Hal ini dikarenakan terjalinnya kerja sama yang sangat baik sehingga penanggulangannya bisa dilakukan dengan cepat.

“Ini adalah bentuk sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam upaya pemulihan bagi warga yang terdampak banjir,” tuturnya.

Menurut Agung, mereka yang diberikan rumah adalah yang rumahnya hancur, hanyut terbawa banjir dan berada dalam zona berbahaya dari pinggir Sungai Cimanuk.

“Kita berupaya agar masyarakat Garut segera bangkit dari musibah ini,” ungkapnya.

Dikatakan Agung, PKPU berperan aktif dalam respon terhadap bencana banjir di Garut sejak hari pertama melalui berbagai program. Mulai dari tahap tanggap darurat seperti penyediaan dapur air, distribusi perlengkapan sekolah, gotong royong bersama warga dalam pembersihan sisa lumpur banjir hingga bedah sekolah.

“Dan distribusi gerobak bagi warga terdampak agar dapat berjualan kembali,” katanya.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan bantuan rumah yang diberikan berbagai pihak sangat berarti untuk masyarakat Garut, terutama para korban banjir bandang yang telah kehilangan rumahnya dalam musibah tersebut.

Menurutnya, pembangunan rumah tapak merupakan bagian dari tahap rekonstruksi dan rehabilitasi pasca terjadinya musibah banjir bandang yang melanda Garut beberapa waktu lalu.

“Ratusan rumah yang dibangun akan diisi oleh warga terdampak banjir di beberapa lokasi, seperti Kampung Cimacan dan Lapang Paris. Bantuan pembangunan rumah ini tentunya akan memberikan semangat kembali bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir bandang,” katanya.

Berita & Artikel Lainnya