Bahasa Indonesia English
SEKILAS INFOSelamat Hari Ulang Tahun KORPRI Ke 45 Semoga Makin Jaya Selamat Datang di Website Sistem Informasi Administrasi Pembangunan (SIMDALBANG)

Potensi Zakat Profesi Di Garut Capai Rp 170 Miliar Per Tahun, Namun Baznas Baru Terima Rp 9 Juta Per

Bookmark and Share
Sabtu, 26 November 2016 - 12:22:50 WIB » Diposting oleh : Administrator » Hits : 1345 » BERITA PEMBANGUNAN

Khusus di Kabupaten Garut potensi zakat penghasilan dari para Pegawai Negeri Sipil (PNS) cukup besar. Namun pendistribusiannya masih jauh dari target. Bahkan per tahunnya jumlah zakat yang disetor masih minim.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut, Rd. Aas Kosasih, menyebutkan per tahun 2015, jumlah zakat yang dikelola baru mencapai Rp 900 juta. Padahal potensinya bisa mencapai ratusan miliar.

“Zakat profesi dari para PNS sangat berpotensi besar. Tapi saat ini belum maksimal. Makanya kami melakukan sosialisasi ke Pemkab Garut agar bisa membantu mengangkat potensi zakat,” ujar Aas usai menyosialisasikan zakat ke PNS di Gedung Pendopo Garut, Rabu (16/11/2016).

Dikatakannya, potensi zakat profesi dari muzaki yang menjadi PNS bisa mencapai Rp 170 miliar per tahunnya. Namun saat ini zakat yang diterima Baznas dari para PNS baru mencapai Rp 8 juta sampai Rp 9 juta per bulannya.

“Jadi, masih sangat besar untuk bisa dikelola oleh kami. Zakat itu kan bisa untuk menyejahterakan umat. Termasuk para tenaga honorer yang tergolong kategori miskin walau sudah bekerja,” tukasnya.

Diakuinya, kesadaran para PNS dan pejabat di lingkungan Pemkab Garut untuk berzakat masih kurang. Pihaknya pun mendorong kepada Bupati dan DPRD untuk mengeluarkan Perbup terkait zakat profesi dari para PNS.

“Kalau Perdanya kan sudah ada tinggal pelaksanaannya. Nanti teknisnya kan bisa langsung dipotong dari gaji atau PNSnya yang menyetor setiap bulan. Asal disetujui mereka bisa dilakukan. Apalagi zakat itu jadi sesuatu yang sebenarnya wajib dikeluarkan,” katanya.

Selain ke para PNS, Baznas Garut juga berencana menggelar sosialisasi zakat kepada TNI dan Polri. Jika potensi zakat tersebut bisa dimaksimalkan, akan sangat membantu warga lainnya yang membutuhkan.

“Kami juga akan meminta para pengusaha untuk bisa mengeluarkan zakat malnya. Ini jadi tantangan untuk Baznas mampu atau tidak dapat masukan Rp 5 miliar per bulan,” tukasnya.

Pemasukan zakat hingga miliaran rupiah itu, lanjut Aas, bisa diraih dengan kesadaran semua kalangan. Di Sumedang saja, Aas menyebut per tahunnya bisa mendapat zakat sampai Rp 33 miliar.

“Baznas itu pendamping program pemerintah. Kami bisa mendukung program pemerintah. Contohnya ada wacana dari pak Bupati untuk memberi honor ustad sebesar Rp 50 ribu. uangnya itu bisa dari zakat karena ustad termasuk ke dalam golongan penerima,” jelasnya.

Berita & Artikel Lainnya